Regulasi CSR di Indonesia

Posted: April 24, 2012 in General

REGULASI CSR

Kerja kolektif Tim Sinkronisasi dan Tim Perumus Rancangan Undang-Undang Perseroan Terbatas (RUU PT) telah diselesaikan pada akhir Juni 2007 lalu. Teks Pasal 74 RUU PT yang dinyatakan final adalah:

(1) Perseroan wajib mengalokasikan sebagian laba bersih tahunan Perseroan untuk melaksanakan tanggung jawab sosial dan lingkungan;

(2) Perseroan yang tidak melaksanakan kewajiban sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dapat dikenai sanksi sesuai dengan peraturan perundang-undangan;

(3) Ketentuan lebih lanjut mengenai pelaksanaan tanggung jawab sosial dan lingkungan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diatur dengan Peraturan Pemerintah.

Menurut DPR, pewajiban CSR juga sudah diatur dalam UU Penanaman Modal (UU PM, UU Nomor 25/2007) yang sudah terlebih dahulu muncul, sehingga apa yang mereka lakukan sesungguhnya konsisten dengan UU tersebut. Dalam hal ini, konsistensi dalam pewajiban CSR memang benar terjadi, namun tentu saja RUU PT telah meluaskan cakupan pewajiban CSR, yaitu menjadi terhadap seluruh badan usaha berbentuk perseoroan terbatas.

Secara umum dapat dinyatakan bahwa pewajiban CSR terhadap seluruh perseroan terbatas sebagaimana yang diatur dalam RUU PT adalah hal yang tidak tepat dan belum jelas. Salah satu penyebab utamanya adalah bahwa penambahan bab dan pasal yang mewajibkan CSR itu tidak dihasilkan dari sebuah proses konsultasi publik yang memadai. Anggota-anggota DPR yang menyusun UU ini bukanlah para pakar CSR, namun mereka abai atas (1) masukan pemangku kepentingan utama, yaitu perusahaan, yang akan terkena dampak pemberlakuan peraturan tersebut, dan (2) fakta bahwa sudah banyaknya pihak di luar Gedung DPR yang memiliki pengetahuan mengenai CSR jauh melampaui mereka, sehingga seharusnya bisa diundang untuk memberikan masukan.

Dalam UU PM—yang digunakan sebagai rujukan pewajiban CSR dalam RUU PT—di penjelasan Pasal 15 huruf b, CSR didefinisikan sebagai “tanggung jawab yang melekat pada setiap perusahaan untuk tetap menciptakan hubungan yang serasi, seimbang, dan sesuai dengan lingkungan, nilai, norma, dan budaya masyarakat setempat.” Dalam teks Pasal 74 RUU PT sendiri CSR tidak didefinisikan. Namun dalam dokumen kerja Tim Perumus terdapat definisi “Tanggung jawab sosial dan lingkungan adalah komitmen Perseroan untuk berperan serta dalam pembangunan ekonomi berkelanjutan guna meningkatkan kualitas kehidupan dan lingkungan yang bermanfaat, baik bagi Perseroan sendiri, komunitas setempat, maupun masyarakat pada umumnya.”

Keputusan Menteri Keuangan Republik Indonesia No. 316/KMK 016/1994 tentang Program Pembinaan Usaha Kecil dan Koperasi oleh Badan Usaha Milik Negara. Melalui kebijakan ini BUMN diwajibkan untuk turut serta dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan lingkungan sekitarnya melalui program PKBL (Program Kemitraan dan Bina Lingkungan) dengan cara menyisihkan sebagain laba dari perusahaan. Kebijakan tersebut kemudian diperbaharui dengan dikeluarkannya Keputusan Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara no. Kep-236/MBU/2003 tentang Program Kemitraan Badan Usaha Milik Negara dengan Usaha Kecil dan Program Bina Lingkungan, yang sebelumnya dituangkan dalam Keputusan Menteri Keuangan Republik Indonesia No. 316/KMK  016/1994 juga tentang Program Pembinaan Usaha Kecil dan Koperasi oleh Badan Usaha Milik Negara.

Di Indonesia regulasi mengenai CSR telah di atur oleh pemerintah sejak tahun 1994 dengan dikeluarkannya Keputusan Menteri Keuangan Republik Indonesia No. 316/KMK 016/1994 tentang Program Pembinaan Usaha Kecil dan Koperasi oleh Badan Usaha Milik Negara, yang kemudian dikukuhkan lagi dengan Keputusan Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara no. Kep-236/MBU/2003 menetapkan bahwa setiap perusahaan diwajibkan menyisihkan laba setelah pajak sebesar 1% (satu persen) sampai dengan 3% (tiga persen), untuk menjalankan CSR. Program PKBL ini (Program Kemitraan BUMN dengan Usaha Kecil dan Program Bina Lingkungan) terdiri dari dua kegiatan yaitu program perkuatan usaha kecil melalui pemberian pinjaman dana bergulir dan pendampingan (disebut Program Kemitraan) serta program pemberdayaan kondisi sosial masyarakat sekitar (disebut Program Bina Lingkungan). Program PKBL merupakan formulasi pelaksanaan CSR untuk bagi BUMN atau perusahaan yang operasionalnya tidak berhubungan langsung dengan pemanfaatan sumber daya alam seperti perbankan, telekomunikasi dan sebagainya.

Kewajiban melaksanakan CSR oleh pemerintah, sekarang ini bukan hanya dibebankan pada BUMN. Melalui Undang-Undang No. 40 tahun 2007 pasal 74 tentang Perseroan Terbatas (UU PT) dan Undang-Undang No. 25 tahun 2007 pasal 15(b) dan pasal 16 (d) tentang Penanaman Modal (UU PM), maka setiap perseroan atau penanam modal diwajibkan untuk melakukan sebuah upaya pelaksanaan tanggung jawab perusahaan yang telah dianggarkan dan diperhitungkan sebagai biaya Perseroan. Kebijakan ini juga mengatur sanksi bagi perusahaan yang tidak menjalankan kewajiban tersebut.

Kegiatan program CSR pun beragam, tidak hanya terbatas pada program sosial maupun secara ekonomi. Ada beberapa bidang lain yang dapat dijadikan sasaran pertanggungjawaban sosial perusahaan seperti, sosial, pendidikan, dan lingkungan. Upaya tersebut kemudian diperkuat dengan dikeluarkannya Undang-Undang No. 40 tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas (UU PT) dan Undang-Undang No. 25 tahun 2007. Sesuai dengan Undang-Undang No. 40 tahun 2007 pasal 74 dan Undang-Undang No. 25 tahun 2007 tentang Penanaman Modal (UU PM). Kedua undang-undang tersebut mengatur bahwa setiap perseroan atau penanam modal diwajibkan untuk melakukan sebuah upaya pelaksanaan tanggung jawab perusahaan (CSR).

Sangat banyak data yang mencatat usaha perusahaan yang berkontribusi dalam pembangunan fisik maupun sosial melalui program CSR nya.

Fungsi, Peranan, dan Strategi Industri Besar Terhadap Kerangka MAKRO EKONOMI.

Industri besar merupakan salah satu sector yang sangat berperan dalam suatu daerah ataupun negara.Dimana hasil-hasil produksinya menjadi bahan tolak ukur kemajuan suatu Negara atau wilayah.

  1. FUNGSI INDUSTRI BESAR.

Berdasarkan fungsinya terhadap perekonomian industri besar memiliki banyak fungsi yang mencakup luas diantaranya yang kita bahas adalah:

1.      Memberikan Nilai Tambah Pada Suatu Barang atau Jasa.

Karena kegiatan yang dilakukan oleh sebuah industri besar adalah mengubah suatu barang atau jasa yang semula hanyalah berupa barang mentah ataupun barang setengah jadi menjadi barang setengah jadi ataupun menjadi barang yang siap digunakan.

Prosesnya pun tidak semua orang,institusi atau organisasi dapat melakukannya.Hal ini dikarenakan biasanya cara
pengolahannya yang rumit serta alat dan bahan tambahan yang digunakan tidak semua bias menggunakan atau mendapatkannya.

2.     Dapat Mencukupi Kebutuhan Suatu Barang atau Jasa.

Kita tahu bahwa suatu daerah memiliki kebutuhan dan kemampuan memproduksi suatu barang berbeda-beda.Ada yang memiliki kebutuhan besar tetapi masih mengalami defisit dalam menghasilkan suatu produk.Ada pula yang lebih banyak jumlah produksinya dari pada kebutuhan suatu wilayahnya atau surplus produksi.sehingga, hasil dari produksi suatu
industri digunakan untuk memenuhi kebutuhan barang tersebut agar tetap terjalinnya roda transaksi.

3.      Dapat Menunjang Kegiatan Perekonomian.

Hail ini dikarenakan mayoritas hasil produksi industri besar merupakan barang atau jasa yang paling mendukung roda perekonomian seperti pada contoh industri besar besi dan baja yang bisa mendukung pertumbuhan infrastuktur. Yaitu, hasil produksinya biasa dijadikan bahan rangka tulang beton untuk setiap bangunan.ataupun hasil industri besi tadi digunakan sebagai bahan pembuatan kendaraan sebagai moda penyalur hasil-hasil produksi.

4.      Dapat Membantu Mengembangkan Teknologi Baru.

Hal ini diartikan biasanya teknologi-teknologi mesin produksi maju pertamakali digunakan sebuah industri besar yang membutuhkan keefisienan, kepraktisan dan sanggup untuk memenuhi target produksi atau pesanan yang banyak. Maka
industri besar yang biasanya mempeloporinya.
Dan seiring dengan berjalannya waktu,industri-industri lain pun juga akan
beralih dengan menggunakan teknologi yang maju pula.

5.      Mengurangi Ketergantungan Terhadap Impor.

Sebuah Negara apabila nilai impor dalam neraca perdagangannya lebih besar dari pada nilai ekspornya akan
berpengaruh pada hasil perhitungan jumlah pendapatan nasionalnya.di tambah lagi industri-industri dalam negri bisa kalah bersaing bila pemerintahnya tidak cepat-cepat mengambil keputusan, bisa-bisa banyak sector usaha yang gulung
tikar dan menyebababkan perekonomian suatu Negara itu terpuruk.

  1. PERANAN INDUSTRI BESAR TERHADAP MAKRO EKONOMI.

Industri besar memiliki peran yang sangat banyak bagi kerangka makro ekonomi di Indonesia. Diantaranya adalah:

1.      Peranannya Untuk Mengurangi Pengangguran.

Pemerintahan mendapat tugas untuk mengurangi pengangguran dan menciptakan lapangan kerja. Tingginya tingkat pengangguran menunjukan kegagalan dalam pembangunan, dan menyebabkan keluaran ekonomi tidak mencapai tingkat maksimum atau tingkat potesial.

Mengapa tingkat penganguran menjadi ukuran penting?.Selain karena pengangguran menyebabkan tidak tercapainya
keluaran maksimum,pengangguran juga berdampak langsung pada para individu pencari kerja. Mereka menganggur secara ekonomi tidak memiliki sumber pendapatan untuk kehidupan, yang berdampak pada masalah social, termasuk masalah criminal denhan motif ekonomi.

Selain itu,pengangguran juga memunculkan masalah social dan psikologis.Seorang penganggur cenderung merasa
menjadi masyarakat kelas dua karena diperpresepsikan tidak memiliki kemampuan yang mencukupi untuk bersaing.Masalah social psikologi ini bisa menjalar ke berbagai persoalan social kemasyarakatan.

2.      Meningkatkan Nilai Ekspor.

Hampir semua Negara di dunia ini tidak ada yang menganut sistem ekonomi tertutup. Semua Negara saling ber-interaksi dengan yang lain dalam hal  ekonomi.Keterbukaan makro misalnya,GDP dapat meningkat apabila produsen suatu Negara memproduksi barang atau jasa dan menjualnya ke pasar domestic maupun luar negeri untuk meningkatkan kegiatan
perekonomiannya dan menambah nilai output barang.Ditambah lagi setiap Negara memiliki iklim dan letak geografi yang berbeda-beda,hal ini mengakibatkan tidak semua faktor produksi dapat dimiliki.inilah yang megakibatkan perlu adanya kegiatan ekspor, impor

3.      Meningkatkan Pendapatan Nasional.

Karena setiap hasil keluaran output suatu industri besar juga akan menjadi unsur dalam penghitungan pendapatan nasional dengan metode produksi.Selain itu hasil produksi suatu industri besar juga akan meningkatkan daya beli masyarakat. Karena bila jumlah barang yang beredar di masyarakat cukup banyak, hal itu akan mempengaruhi harga jual barang tersebut menjadi lebih rendah. Hal ini mengakibatkan daya beli masyarakat juga bertambah.

Dan, dari semua peranan-peranan industry besar terhadap kerangka makro ekonomi di Indonesia tadi adalah dapat meningkatkan perekonomian di Indonesia, baik untuk suatu daerah ataupun bagi Indonesia secara keseluruhan.

  

  1. STRATEGI INDUSTRI BESAR TERHADAP KERANGKA MAKRO  

Dalam memilih alternatif strategi industri besar yang sesuai dengan kerangka makro ekonomi Indonesia ada sejumlah aspek yang harus diperhatikan agar dapat berjalan dengan lancer.yaitu sebagai berikut :

1)     Harus dibangun atau dikembangkan keterkaitan produksi antara sektor industri besar dengan sektor-sektor industri lainnya. Disamping itu, juga harus dibangun atau dikembangkan keterkaitan produksi di dalam sektor industri besar atau kelompok industri dan antar unit produksi dari skala yang berbeda didalam setiap kelompok industri, misalnya subcontracting antara industri skala kecil dengan industri skala menengah.Dengan keterkaitan produksi yang kuat antar unit produksi, baik didalam subsektor yang sama maupun antarsubsektor yang berbeda, akan tercapai skala ekonomis yang lebih efisien di sector industri manufaktur di satu pihak, dan mengurangi ketergantungan sector tersebut terhadap impor di pihak lain. Untuk mendukung perkembangan keterkaitan produksi di dalam negeri, diperlukan kebijakan-kebijakan pendukung dalam bidang fiscal, moneter,perdagangan luar negeri, perburuhan,investasi, teknologi, dan pendidikan.Kalau tidak suatu kebijakan industri yang baik bisa tidak berdampak apa-apa.

2)     Industri-industri mesin, alat-alat produksi,komponen, spare part, dan sebagai material-material lain sangat baik untuk pengembangan industry besar di indonesia. Strategini akan menghasilkan supporting industries atau meadstream yang berarti akan mengurangi ketergantungan sector-sektor ekonomi di dalam negeri terhadap impor.

3)     Industri-industri yang outward looking-oriented.Tidak harus bereti bahwa yang dibangun hanya industri-industri yang menghasilkan barang-barang untuk tujuan ekspor, tetapi juga industri-industri yang membuat barang-barang untuk kebutuhan pasar domestic dengan daya saing global yang sangat tinggi, sehingga mampu bersaing dengan barang-barang impor dalam mekanisme pasar bebas. Dalam strategi pengembangan industri yang berorientasi ekspor, hal pertama yang
perlu dikembangkan adalah industri-industri yang padat karya.Setelah Indonesia siap terutama dalam hal SDM dan teknologi dan sarana penunjang lainnya, barulah dikembangkan industri yang membuat produk-produk ekspor yang padt
modal,teknologi dan knowledge.Akan tetapi, ini tidak harus berarti bahwa Indonesia harus mengenbangkan industri-industri berteknologi tinggi, melainkan yang harus dikembangkan adalah industri-industri yang mana Indonesia memiliki
keunggulan komparatif dan kompetitif.

4)   Pengembangan industri besar didasarkan spesialisasi berdasarkan factor-faktor keunggulan komparatif yang dimiliki Indonesia dan factor-faktor keunggulan kompetitif yang dapat dikembangkan.

5)     Industri besar harus mendukung potensi daerah, yang sekaligus mendukung pelaksanaan otonomi daerah. Industri besar tidak boleh lagi dipusatkan hanya di pulau Jawa, tetapi juga harus menyebar ke wilayah-wilayah diluar Jawa. Akan tetapi penyebarab teresebut harus tetap memegang pada prinsip “optimal location”:penempatan suatu industri di suatu lokasi yang strategis dengan total biaya paling minimum, yang mencakup biaya-biaya transportasi, informasi, pengadaan bahan baku, produksi, distribusi dan lain-lain.

6)     Strategi industrialisasi yang tepat adalah yang bisa meningkatkan kemampuan perusahaan-perusahaan lokal atau nasional dalam berproduksi, mengembangkan teknologi dan produk dengan merek sendiri, serta membangun jaringan distribusi global sehingga dapat mengurangi ketergantungan pembangunan industri nasional terhadap investasi asing (PMA).

7)  Pola industri besar juga harus berorientasi pada peningkatan dan pemerataan pendapatan masyarakat, tentu tanpa mengurangi tingkat efisiensi dan produktifitas. Artinya, perkembangan sector industri manufaktur harus menciptakan kesempatan kerja, tetapi produktif. Ini tidak semata-mata hanya berlandaskan pada prinsip full employment, melainkan
productive employment, yakni menciptakan kesempatan kerja sebanyak mungkin, tetapi harus ada jenis-jenis industri yang memang tidak bisa dilakukan dengan metode produksi yang padat karya, dan ini tidak harus berarti bahwa semua industri harus berarti dampaknya sangat kecil terhadap kesempatan kerja. Selain meningkatkan kesempatan kerja demi tujuan pemerataan, lokasi pembangunan industri juga harus diusahakan menyebar keseluruh pelosok tanah air.yang dimaksud dengan kata “diusahakan” adalah bahwa penetuan lokasi suatu industry tentu harus didasarka pada prinsip minimum location cost atau harus berdasarkan dengan biaya produksi yang seminim mungkin.

8)     Industri besar harus menciptakan atau mempercepat proses pendalaman struktur industry (diversifikasi).Hal ini hanya bisa dicapai dengan pembangunan berbagai macam industry. Seperti, memakai komoditas-komoditas pertanian dan pertambangan sebagai bahan baku utama.Strategi ini akan menghasilkan industry besar yang berdaya saing tinggi.

SUMBER:

-Djohanputro,Bramantyo.2006.Prinsip Prinsip Ekonomi Makro.Edisi I.Jakarta:PPM

-Tambunan,Tulus.2001.Industrialisai dinegara berkembang.Jakarta:GhaliaIndonesia

 

-Jawa Pos Selasa 26 Januari 2010,minat tujuh perusahaan industri AS menanam modal diindonesia

-Jawa Pos Selasa 9 Februari 2010, industri baja

-Jawa Pos Senin 1 Februari 2010, industri sepeda

-Jawa Pos Rabu 3 Februari 2010, industri sepeda motor

 

-GOOGLE SEARCH:Industri Besar,Makro Ekonomi.

PENGERTIAN MISI

Posted: January 31, 2012 in General


PENGERTIAN MISI

Misi (mission) adalah apa sebabnya kita ada (why we exist / what we believe we can do). Menurut Prasetyo dan Benedicta (2004:8), Di dalam misi produk dan jasa yang dihasilkan oleh perusahaan, pasar yang dilayani dan teknologi yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan pelanggan dalam pasar tersebut. Pernyataan misi harus mampu menentukan kebutuhan apa yang dipuasi oleh perusahaan, siapa yang memiliki kebutuhan tersebut, dimana mereka berada dan bagaimana pemuasan tersebut dilakukan.

Menurut Drucker (2000:87), Pada dasarnya misi merupakan alasan mendasar eksistensi suatu organisasi. Pernyataan misi
organisasi, terutama di tingkat unit bisnis menentukan batas dan maksud aktivitas bisnis perusahaan. Jadi perumusan misi merupakan realisasi yang akan menjadikan suatu organisasi mampu menghasilkan produk dan jasa berkualitas yang memenuhi kebutuhan, keinginan dan harapan pelanggannya (Prasetyo dan Benedicta, 2004:8) Menurut Wheelen sebagaimana dikutip oleh Wibisono (2006, p. 46-47) Misi merupakan rangkaian kalimat yang menyatakan tujuan atau alasan eksistensi
organisasi yang memuat apa yang disediakan oleh perusahaan kepada masyarakat, baik berupa produk ataupun jasa.

Jadi dapat disimpulkan bahwa Misi adalah pernyataan tentang apa yang harus dikerjakan oleh lembaga dalam usahanya mewujudkan Visi. Dalam operasionalnya orang berpedoman pada pernyataan misi yang merupakan hasil kompromi intepretasi Visi. Misi merupakan sesuatu yang nyata untuk dituju serta dapat pula memberikan petunjuk garis besar cara pencapaian Visi.

 

 

PENGERTIAN VISI

Posted: January 31, 2012 in General


PENGERTIAN VISI

Visi menurut Tommy Aditya adalah suatu pandangan jauh tentang perusahaan, tujuan-tujuan perusahaan dan apa yang harus dilakukan untuk mencapai tujuan tersebut pada masa yang akan datang. Visi itu tidak dapat dituliskan secara lebih jelas menerangkan detail gambaran sistem yang ditujunya, dikarenakan perubahan ilmu serta situasi yang sulit diprediksi selama masa yang panjang
tersebut. Beberapa persyaratan yang hendaknya dipenuhi oleh suatu pernyataan visi:

v   Berorientasi ke depan

v  Tidak dibuat berdasarkan kondisi saat ini

v  Mengekspresikan kreatifitas

v  Berdasar pada prinsip nilai yang mengandung penghargaan bagi masyarakat 

           Menurut Wibisono (2006, p. 43), visi merupakan rangkaian kalimat yang menyatakan cita-cita atau impian sebuah organisasi atau perusahaan yang ingin dicapai di masa depan. Atau dapat dikatakan bahwa visi merupakan pernyataan want to be dari organisasi atau perusahaan. Visi juga merupakan hal yang sangat krusial bagi perusahaan untuk menjamin kelestarian dan kesuksesan jangka panjang. Dalam visi suatu organisasi terdapat juga nilai-nilai, aspirasi serta kebutuhan organisasi di masa depan seperti yang diungkapkan oleh Kotler yang dikutip oleh Nawawi (2000:122), Visi adalah pernyataan tentang tujuan organisasi yang diekspresikan dalam produk dan pelayanan yang ditawarkan, kebutuhan yang dapat ditanggulangi, kelompok masyarakat yang dilayani, nilai-nilai yang diperoleh serta aspirasi dan cita-cita masa depan. 

             Sehingga dapat disimpulkan bahwa visi adalah cita – cita atau impian sebuah organisasi atau perusahaan yang ingin dicapai di masa depan untuk menjamin kelestarian dan kesuksesan jangka panjang.

 


PENGERTIAN STRATEGI dan RENCANA
STRATEGI

1.
Strategi merupakan respon secara terus menerus
maupun adaptif terhadap peluang dan ancaman eksternal
serta kekuatan dan kelemahan internal yang dapat mempengaruhi organisasi
(Argyris : 1985 , Mintzberg : 1979 , Steiner dan Miner : 1977 ).

2.
Strategi adalah kekuatan motivasi untuk
stakeholders, seperti debtholders, manajer, karyawan, konsumen, komunitas,
pemerintah dan lain-lain, baik secara langsung maupun tidak langsung menerima
keuntungan atau biaya yang ditimbulkan oleh semua tindakan yang dilakukan oleh
perusahaan (Andrews : 1980 , Chaffe : 1985).

Rencana strategi merupakan kegiatan dalam mencari tahu dimana organisasi berada saat iniarahan kemana organisasi harus menuju, dan bagaimana cara (strategik) untuk mencapai tujuan tersebut. Oleh karena itu,rencana strategi merupakan analisis dan pengambilan keputusan strategik tentang masa depan organisasi untuk menempatkan dirinya (positioning) pada masa yang akan datang. Rencana strategik memberikan petunjuk tentang bagaimana mengerjakan sesuatu program/kegiatan yang benar (doing the right things). Oleh karena itu, bahasa yang digunakan renstra haruslah jelas dan nyata serta tidak bermakna ambigu sehingga dapat dijadikan sebagai petunjuk/arah perencanaan dan pelaksanaan kegiatan operasional perusahaan.

Pada prinsipnya, terdapat beberapa langkah yang lazim dalam melakukan perencanaan strategik yaitu, merumuskan visi dan misi organisasi perusahaan, melakukan Analisis Lingkungan Internal dan Analisis Lingkungan Eksternal (environment scanning) dengan melihat lingkungan strategik organisasi, merumuskan tujuan dan sasaran (goal setting), dan merumuskan strategik-strategik untuk mencapai tujuan dan sasaran tersebut serta perumusan indikator-indikator penting dalam mencapai sasaran tersebut.

Perumusan visi dan misi menyatakan cara pandang jauh ke depan kemana organisasi harus dibawa agar dapat eksis, antisipatif dan inovatif. Untuk menjabarkan lebih lanjut visi yang telah ditetapkan maka organisasi harus membuat misi. Misi adalah sesuatu yang harus dilaksanakan oleh organisasi sesuai dengan visi yang ditetapkan, agar tujuan organisasi dapat
terlaksana dan berhasil dengan baik.

 

Pakai Lilin

Posted: January 28, 2012 in Joke's

Satu pasang suami istri yang sudah beberapa tahun menikah dan masih belum dikarunia anak sangat bersuka cita saat mengetahui sang istri hamil muda. Namun sebelum mendapat kepastin dari dokter, mereka sepakat untuk merahasiakan kehamilan tersebut.

Istri: “Pa, nggak usah diomongin dulu ya…. Takut gagal, kan gak enak kalu sudah diomong-omongin”.
Suami: “Oke deh ma, janji nggak bakalan diomongin sebelum ada konfirmasi dokter”.

Lagi asik mereka ngobrol tiba-tiba datang karyawan perusahaan listrik sebut saja dari PLN ke rumah mereka untuk menyerahkan tagihan dan denda atas tunggakan rekening listrik mereka bulan lalu.

Petugas PLN: “Nyonya terlambat 1 bulan”.
Istri: “Bapak tahu dari mana???……Papa,Tolong nih bicara sama orang PLN ini!!!…..”
Suami: “Eh,, sembarangan….Bagaimana anda bisa tahu masalah ini???….”
Petugas PLN: “Semua tercatat di kantor kami pak…”

Esoknya di kantor PLN….

Suami: “Bagaimana PLN tahu rahasia keluarga saya??….”
Karyawan PLN: “Ya tahu dong, lha wong ada catatannya pada kami!….”
Suami: “Jadi saya mesti bagaimana agar berita ini dirahasiakan pak??….”
Karyawan PLN: “Ya mesti bayar dong pak!!….”
Suami (sialan saya diperes nih): “Kalau saya tidak mau bayar bagaimana pak?……”
Karyawan PLN: “Ya ‘PUNYA’ bapak terpaksa kami ‘PUTUS’….”
Suami: “Mati aku.. lha kalo diputus nanti istri saya bagaimana??…”
Karyawan PLN: “Kan Masih bisa pakai ‘LILIN’ !!!!!……..”
Suami: “^*(#&(#(_()_X”

Nelayan Jepang.

Posted: January 28, 2012 in Motivation

Orang Jepang sejak lama menyukai ikan segar. Tetapi tidak banyak ikan yang tersedia di perairan yang dekat dengan Jepang dalam beberapa dekade ini. Jadi untuk memberi makan populasi Jepang, kapal-kapal penangkap ikan bertambah lebih besar dari sebelumnya. Semakin jauh para nelayan pergi, semakin lama waktu yang dibutuhkan untuk membawa hasil tangkapan itu ke daratan. Jika perjalanan pulang mencapai beberapa hari, ikan tersebut tidak segar lagi. Orang Jepang tidak menyukai rasanya. Untuk mengatasi masalah ini, perusahaan perikanan memasang freezer di kapal mereka. Mereka akan menangkap ikan dan langsung membekukannya di laut.

Freezer memungkinkan kapal-kapal nelayan untuk pergi semakin jauh dan lama. Namun, orang Jepang dapat merasakan perbedaan rasa antara ikan segar dan beku, dan mereka tidak menyukai ikan beku. Ikan beku harganya menjadi lebih murah. Sehingga perusahaan perikanan memasang tangki-tangki penyimpan ikan di kapal mereka. Para nelayan akan menangkap ikan dan langsung menjejalkannya ke dalam tangki hingga berdempet-dempetan. Setelah selama beberapa saat saling bertabrakan, ikan-ikan tersebut berhenti bergerak. Mereka kelelahan dan lemas, tetapi tetap hidup. Namun, orang Jepang masih tetap dapat merasakan perbedaannya. Karena ikan tadi tidak bergerak selama berhari-hari, mereka kehilangan rasa ikan segarnya. Orang Jepang menghendaki rasa ikan segar yang lincah, bukan ikan yang lemas.

Bagaimanakan perusahaan perikanan Jepang mengatasi masalah ini? Bagaimana mereka membawa ikan dengan rasa segar ke Jepang?

Jika anda menjadi konsultan bagi industri perikanan, apakah yang anda rekomendasikan?

Begitu anda mencapai tujuan-tujuan anda, seperti mendapatkan jodoh – memulai perusahaan yang sukses – membayar hutang-hutang anda – atau apapun, anda dapat kehilangan gairah anda. Anda tidak perlu bekerja demikian keras sehingga anda bersantai. Anda mengalami masalah yang sama dengan para pemenang lotere yang menghabiskan uang mereka, pewaris kekayaan yang tidak pernah tumbuh dewasa, dan para ibu rumah tangga jemu yang kecanduan obat-obatan resep.

Seperti masalah ikan di Jepang tadi, solusi terbaiknya sederhana. Hal ini diamati oleh L. Ron Hubbard di awal 1950-an. “Orang berkembang, anehnya, hanya dalam kondisi lingkungan yang menantang” -L. Ron Hubbard.

Keuntungan dari sebuah Tantangan:

Semakin cerdas, tabah dan kompeten diri anda, semakin anda menikmati masalah yang rumit. Jika takarannya pas, dan anda terus menaklukan tantangan tersebut, anda akan bahagia. Anda akan memikirkan tantangan-tantangan tersebut dan merasa bersemangat. Anda tertarik untuk mencoba solusi-solusi baru. Anda senang. Anda hidup!

Bagaimana Ikan Jepang Tetap Segar?

Untuk menjaga agar rasa ikan tersebut tetap segar, perusahaan perikanan Jepang tetap menyimpan ikan di dalam tangki. Tetapi kini mereka memasukkan seekor ikan hiu kecil ke dalam masing-masing tangki. Memang ikan hiu memakan sedikit ikan, tetapi kebanyakan ikan sampai dalam kondisi yang sangat hidup. Ikan-ikan tersebut tertantang.

Renungan :
Jangan menghindari tantangan, melompatlah ke dalamnya dan taklukanlah. Nikmatilah permainannya. Jika tantangan anda terlalu besar atau terlalu banyak, jangan menyerah. Kegagalan jangan membuat anda lelah, sebaliknya, atur kembali strategi. Temukanlah lebih banyak keteguhan, pengetahuan, dan bantuan. Jika anda telah mencapai tujuan anda, rencanakanlah tujuan yang lebih besar lagi. Begitu kebutuhan pribadi atau keluarga anda terpenuhi, berpindahlah ke tujuan untuk kelompok anda, masyarakat, bahkan umat manusia. Jangan ciptakan kesuksesan dan tidur di dalamnya. Anda memiliki sumber daya, keahlian, dan kemampuan untuk membuat perubahan.

Jadi, masukkanlah seekor ikan hiu di tangki anda dan lihat berapa jauh yang dapat anda lakukan dan capai !